Kopi Raung: Menikmati Sensasi Kafein di Kaki Sang Raksasa
Kekayaan Aroma dari Tanah Vulkanik Banyuwangi dan Bondowoso
Bagi para pecinta kopi, lereng Gunung Raung bukan hanya tentang jalur pendakian yang ekstrem, tetapi juga rumah bagi salah satu kopi terbaik di Jawa Timur. Tanah vulkanik yang kaya mineral di ketinggian ideal menciptakan karakter rasa Kopi Raung yang sulit ditemukan di daerah lain.
Jenis Kopi yang Dibudidayakan
Di kawasan lereng Raung, khususnya di wilayah Kalibaru dan Sumber Wringin, terdapat dua jenis utama yang menjadi primadona:
- Robusta Raung: Dominan ditanam di ketinggian menengah. Memiliki body yang tebal dengan sentuhan rasa cokelat dan kacang yang kuat. Sangat cocok dinikmati saat pagi hari sebelum memulai pendakian.
- Arabika Raung: Ditanam di area yang lebih tinggi. Memiliki tingkat keasaman (acidity) yang bersih dengan aroma floral dan buah-buahan yang khas dari tanah pegunungan.
Keunikan Proses Pasca Panen
Petani di sekitar lereng Raung, termasuk di wilayah pengelolaan Basecamp Kalibaru, masih mempertahankan metode tradisional dalam pengolahan kopi. Proses jemur alami dan sangrai (roasting) manual seringkali menghasilkan aroma "smoky" yang autentik.
| Karakteristik | Deskripsi Rasa |
|---|---|
| Body | Tebal dan Mantap (Bold) |
| Aroma | Cokelat, Nutty, dan Earthy |
| Aftertaste | Bersih dan Tahan Lama |
Oleh-oleh Wajib bagi Pendaki
Setelah turun dari Puncak Sejati, membawa pulang satu atau dua kemasan Kopi Raung adalah sebuah keharusan. Selain untuk dinikmati sendiri, membeli kopi ini juga membantu perekonomian petani lokal di sekitar basecamp.
Beberapa kedai kopi di sekitar Stasiun Kalibaru dan Basecamp Pak Sunarya biasanya menyediakan kopi ini dalam bentuk biji (bean) maupun bubuk halus.





0 Komentar